Cara Memilih Laras Senapan Angin Sesuai Kebutuhan Peruntukanya

Berjumpa lagi dengan saya bediller koplak kali ini saya akan sedikit mengulas tentang Akurasi sebuah laras. Dan langsung akan saya mulai dari ulasan ulasanya sebagai berikut.
Target

Mengulas sedikit tentang pemahaman laras

  1. Secara garis besar, laras senapan hanya terbagi 2 macam, yakni laras panjang dan laras pendek. Laras pendek mementingkan power yang besar, misalnya untuk menembak hama atau berburu dalam jarak yang dekat (kurang dari 30 m). Sedangkan laras panjang berarti memiliki jangkauan yang lebih jauh. Bagi sebagian orang, laras yang panjang diyakini memiliki akurasi yang lebih baik. Tetapi semua itu hanyalah pendapat yg hanya bisa disimpulkan dengan teori dan berbeda jika semua itu langsung di praktekan di lapangan langsung. Baik berburu ataupun saat berlatih di lapangan tembak.
  2. Alur laras yang halus membuat gaya gesek mimis dengan laras semakin kecil sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan kecepatan laju peluru (velocity) dengan jumlah pompa yang sedikit atau konsumsi angin lebih rendah. Kekurangan alur halus adalah terjadinya slip pada mimis jika senapan dipompa atau mengeluarkan komsumsi hingga maksimal (di atas 900 fps) sehingga mengakibatkan berkurangnya akurasi tembakan. Itulah sebabnya alur dalam lebih banyak dipakai pada laras panjang karena akan memaksimalkan daya tekan angin, jangkauan mimis, dan keakuratan tembakan.
  3. Untuk alur laras berjumlah 6 atau 8, kelebihan dari laras ini adalah apabila ditembakkan dapat menghasilkan robekan luka / impact yang besar, karena diameter putaran peluru dalam laras lebih lebar/besar. kekurangan dari laras jenis ini adalah tingkat keakuratannya (akurasi) kurang bagus untuk menembak jarak medium atau pun jarak jauh, tapi daya bunuhnya pada sasaran tetap nomer satu. Laras beralur 12 , Kelebihan dari jumlah alur 12 adalah tingkat akurasi lebih bagus untuk segala jarak tembak, mau jarak dekat, Sedang, maupun jauh (longrange) tetap masih terjaga keakuratanya. Hal ini disebabkan diameter putaran dari peluru saat ditembakkan lebih rapat sehingga waktu peluru keluar dari ujung laras, putaran laju peluru tidak banyak berubah masih tetap rapat/kecil hingga sampai pada target sasaran.
  4. Dalam hal ini jumlah putaran dan jumlah alur pada laras menjadi sangat berpengaruh terhadap akurasi dan daya robek mimis. Pada prinsipnya, semakin banyak jumlah putaran alur maka semakin besar pula gaya gesek antara laras dan mimis. Begitu pula dengan jumlah alur pada laras, semakin banyak jumlahnya maka akan semakin besar pula gaya gesek mimis dengan jumlah alur yang ada.
  5. Apa efek dari alur yang sedikit? Bagaimana dengan akurasinya? Jika di bandingkan dengan laras 12 alur maka akurasi lebih baik 12 alur, alasanya seperti yang ditulis di atas, jika efeknya, 8-9 alur daya rusaknya lebih kuat, karena jika di rekam dan di perlambat sebuah video yang merekam mimis dengan alur laras 8 & 9 maka, bagian ekor mimis tidak lurus sempurnna, melainkan Goyang berputar. Jadi ketika terkena sasaran maka daya rusak / robek akan lebih besar di bandingkan dengan besar mimisnya, jika tidak percaya, coba anda menembak sebuah kaleng dari jarak 20meter lihat efek lubangnya, dan bandignhkan lubangnya dengan diameter mimisnya, pasti robekanya lebih besar.  Lalu bagaimana dengan alur 4 dan 6? Alur tersebut di gunakan untuk kaliber 9m dan 12mm ke atas, karna jika mimis dengan kaliber besar di kasih 12 alur maka, power dari lontaran akan berkurang di sebabkan gaya gesek yang terkena permukaan mimis sangat banyak. Lalu apa kesimpulanya? Jika anda mau cari laras dengan akurasi yang bagus maka pilih laras dengan Alur 12. Jika anda memiliki kebutuhan big game, maka gunakan laras dibawah alur 12.
Setelah sedikit membaca ulasan diatas teman-teman juga bisa langsung
Chek Akurasi Senapan Angin
Dan jika Mau Membeli Perhatikan
Rahasia Memilih Senapan Angin
Cara memilih alur laras senapan angin yang tepat agar sesuai dengan kebutuhan kita yaitu dengan menerapkan prinsip diatas. Sebagai contoh, jika senapan angin digunakan untuk membidik hewan yang membutuhkan daya robek, maka kita memerlukan alur atau putaran spiral dengan jumlah yang lebih sedikit. Artinya, jika gaya gesek yang dihasilkan itu sedikit maka mimis akan lebih mudah melesat dan daya robeknya akan semakinbesar. Sedangkan, jika senapan angin digunakan untuk menembak sasaran yang hanya memerlukan akurasi saja, maka jumlah alur dan putaran yang dibutuhkan akan lebih banyak agar putaran dan laju mimis lebih akurat. Semakin pendek laras maka akan membutuhkan daya konsumsi angin yg lebih banyak/besar dan Sebaliknya dengan Laras panjang.
Kalau teman-teman mau membeli senapan angin saya Rekomendasikan memilih:
Produsen Senapan Angin Lokal Terbaik di Indonesia
    Panjang Laras Senapan Angin : Dalam mendapatkan tingkat akurasi pada laras senapan angin selain faktor jumlah alur dan putaran, panjang laras juga sangat mempengaruhi hal ini. Prinsipnya adalah semakin panjang laras senapan, maka akan semakin baik pula tingkat akurasinya. Sebaliknya,semakin pendek laras maka akan semakin buruk tingkat akurasinya. Alasannya yakni jika laras yang digunakan lebih panjang, maka laju mimis akan semakin mengikuti jalur yang ada pada panjang alur laras sehingga tingkat akurasinya menjadi lebih baik.
Diameter Laras (OD) : juga menentukan daya getar dari laras. Saat senapan angin ditembakan, tentunya akan terjadi getaran yang cukup besar. Getaran tersebut akan sangat berpengaruh pada tingkat akurasi sebuah tembakan. Jadi pada intinya, laras senapan anginyang memiliki ketebalan cukup besar akan menghasilkan daya getar yang lebih kecil sehingga tingkat akurasinya akan lebih bagus.

Kesimpulan :

Alur 4, 6, 8, 9, 10 :
  • Menghasilkan robekan luka/impact yang besar.
  • Tingkat keakuratannya (akurasi) kurang bagus untuk menembak jarak medium atau pun jarak jauh, tapi daya bunuhnya tetap lebih baik dari laras diatas alur tersebut.
  • Gaya gesek laras kecil sehingga menambah power mimis.

Alur 12 :
  • Akurasi bagus.
  • Daya bunuh/impact kurang terkecuali (perkenaan Vital) teori sama praktek berbeda prinsip.

Laras pendek :
  • Mementingkan power yang besar
  • Jarak tembak < 30 m
  • Umumnya beralur halus sehingga gaya gesek nya kecil otomatis laju mimis semakin cepat

Prinsip alur dan putaran :

  • semakin banyak jumlah putaran alur maka semakin besar pula gaya gesek antara laras dan mimis. Begitu pula dengan jumlah alur pada laras, semakin banyak jumlahnya maka akan semakin besar pula gaya gesek mimis dengan jumlah alur yang ada. Sebagai contoh, jika senapan angin digunakan untuk membidik hewan yang membutuhkan daya robek, maka kita memerlukan alur dan/atau putaran spiral dengan jumlah yang sedikit. Artinya, jika gaya gesek yangdihasilkan itu sedikit maka mimis akan lebih mudah melesat dan daya robeknya akan semakinbesar. Sedangkan, jika senapan angin digunakan untuk menembak sasaran yang hanya memerlukan akurasi saja, maka jumlah alur dan putaran yang dibutuhkan akan lebih banyak agar putaran dan laju mimis lebih akurat. Kaedah panjang laras pada Prinsipnya adalah semakin panjang laras senapan, maka akan semakin baik pula tingkat akurasinya. Sebaliknya, semakin pendek laras maka akan semakin buruk tingkat akurasinya. Alasannya yakni jika laras yang digunakan lebih panjang, maka laju mimis akan semakin mengikuti jalur yang ada pada panjang alur laras sehingga tingkat akurasinya menjadi lebih baik.
  • Jika anda mau cari laras dengan akurasi yang bagus maka pilih laras dengan Alur 12. Jika anda memiliki kebutuhan big game, maka gunakan laras dengan alur di bawah 12 alur.

Cukup itu dulu saja yg baru bisa saya tuliskan karena keterbatasan ilmu dan pengalaman mungkin ada teman-teman pembaca yg mau menambah sedikit ilmu dan pengalamanya silahkan tambahkan di kolom komentar. Terimakasih.
Bediller Koplak Saya Hanyalah Seorang Bediller Kampung yg Hobby Dengan Olahraga di Bidang Senapan Angin dan Berusaha Mencurahkan Sedikit Pengalaman di Blog sebagai Kenangan Tersendiri.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2